Berita/Arsip 2018
Dampak Ekonomi

JHF 2018 Catat Transaksi Sekitar Rp10 Miliar

Antusiasme pengunjung dan perputaran transaksi pada edisi pertama menunjukkan bahwa edukasi halal dapat berjalan bersama dampak ekonomi bagi tenant.

Penutupan Jogja Halal Fest 2018
Foto: ANTARA · Rangga Pandu A. J. · 14 Oktober 2018

Jogja Halal Festival pertama berlangsung pada 11–14 Oktober 2018 di Jogja Expo Center. Menjelang penutupan, panitia menyampaikan bahwa sekitar 31 ribu pengunjung telah hadir dan transaksi tenant mencapai kurang lebih Rp10 miliar selama empat hari.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa festival halal memiliki daya tarik sebagai ruang belanja, hiburan, edukasi, dan pertemuan komunitas. Pengunjung tidak hanya mengikuti agenda panggung, tetapi juga berinteraksi langsung dengan ratusan tenant dari berbagai kategori.

Catatan penyelenggaraan

Sekitar 31 ribu pengunjung dan transaksi kurang lebih Rp10 miliar dilaporkan panitia menjelang penutupan empat hari acara.

Dampak langsung bagi tenant

Transaksi selama acara merupakan dampak yang paling mudah terlihat. Bagi UMKM, penjualan langsung membantu mempercepat perputaran stok dan memperkenalkan produk kepada konsumen baru dalam waktu yang singkat.

Namun, manfaat pameran tidak hanya berasal dari omzet di kasir. Pelaku usaha dapat menguji harga, kemasan, rasa, presentasi produk, dan respons pengunjung. Percakapan yang terjadi di booth menjadi sumber masukan yang dapat digunakan untuk memperbaiki produk setelah festival.

Membangun reputasi penyelenggaraan

Besarnya jumlah pengunjung memberi kepercayaan kepada calon tenant, sponsor, dan mitra bahwa Yogyakarta memiliki basis konsumen yang tertarik pada gaya hidup halal. Reputasi ini menjadi modal ketika festival direncanakan kembali pada edisi berikutnya.

Pada saat yang sama, angka transaksi perlu dibaca dengan hati-hati. Arsip yang tersedia berasal dari laporan panitia yang dikutip media dan belum dilengkapi audit independen. Transparansi mengenai sumber angka penting agar capaian historis dapat dikomunikasikan secara bertanggung jawab.

Ke depan, pengukuran dampak dapat diperluas dengan mencatat transaksi per kategori, jumlah prospek bisnis, kemitraan setelah acara, peningkatan sertifikasi, serta pertumbuhan peserta dalam beberapa bulan berikutnya. Dengan begitu, keberhasilan tidak berhenti pada keramaian selama festival.

Artikel ini disusun Tim Media JIHF berdasarkan laporan penutupan yang dimuat Jakarta Islamic Centre, 15 Oktober 2018, serta arsip ANTARA. Angka merupakan laporan panitia yang dikutip sumber.

← Kembali ke Pusat Media